Program Prabowo Subianto Kerap Disorot Lembaga Asing, Pengamat: Mereka Takut Indonesia Maju

by -70 Views
Program Prabowo Subianto Kerap Disorot Lembaga Asing, Pengamat: Mereka Takut Indonesia Maju

Jakarta – Pengamat politik Ujang Komarudin memberikan tanggapan terhadap beberapa lembaga asing yang baru-baru ini mulai memperhatikan program pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Ujang berpendapat bahwa lembaga asing tersebut nampaknya tidak menyukai Indonesia menjadi negara yang maju. Beberapa waktu belakangan ini, beberapa lembaga asing menyoroti program Prabowo-Gibran, termasuk di antaranya adalah bank investasi besar dan penyedia layanan keuangan yang berbasis di New York, Morgan Stanley.

Morgan Stanley menurunkan peringkat investasinya di pasar modal Indonesia karena alasan pelemahan nilai tukar rupiah dan program kampanye Prabowo Subianto, seperti program makan siang dan susu gratis untuk pelajar yang dianggap dapat menimbulkan “beban fiskal yang besar”.

“Jika kita melihat niat lembaga asing selalu merendahkan Indonesia, selalu menyoroti program-program baru Prabowo-Gibran itu karena lebih kepada ketakutan atau paranoid asing terhadap Indonesia,” ujar Ujang kepada wartawan pada Kamis (27/6).

Ujang menegaskan bahwa program makan bergizi gratis yang diperbincangkan oleh lembaga asing belakangan ini sebenarnya dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyat Indonesia, terutama mereka yang membutuhkan.

“Jika kita melihat, mereka (pihak asing) menyoroti program Prabowo-Gibran seolah-olah membenci rakyat dan nasib bangsa Indonesia. Mereka tidak ingin melihat Indonesia maju,” tambah Ujang.

Selain itu, baru-baru ini lembaga keuangan seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia juga menyoroti program makan bergizi gratis tersebut. Ujang juga mengutip pernyataan dari Presiden RI pertama Ir. Soekarno mengenai pentingnya mencari pemimpin yang dibenci, ditakuti, dan dicaci oleh asing, karena itulah yang benar.

“Kita bicara soal Bung Karno yang pernah mengatakan carilah pemimpin yang dibenci karena itulah yang benar. Nah, kepemimpinan Prabowo yang kini disoroti dan dibenci asing menunjukkan bahwa Prabowo adalah sosok yang benar, yang tidak patuh pada asing,” tegas Ujang.

“Kecaman dan kebencian dari asing terhadap Prabowo adalah kunci bahwa Prabowo adalah sosok pemimpin yang benar dan memiliki jiwa ksatria,” lanjutnya.

Source link